-->

Fisiologi Pascapanen Untuk Mengurangi Kehilangan Pasca Panen Produk Hortikultura

Fisiologi pascapanen produk hortikultura merupakan bagian dari proses biokimia yang terjadi pada material tanaman setelah panen. Secara umum tujuan dari mempelajari fisiologi pasca panen produk hortikultura adalah untuk mengurangi kehilangan pasca panen pada produk itu sendiri.

Di negara maju kehilangan pasca panen berkisar antara 5-25% sedangkan di negara berkembang kehilangan pasca panen jauh lebih besar yaitu sekitar 20-50%.

Komoditas hortikultura memiliki karateristik kadar air yang tinggi yaitu  besar dari 70%. Protein yang terkandung di dalam produk hortikultura cukup rendah yaitu kurang lebih sekitar 3.5% serta kandungan lemak yang rendah pula yaitu sekitar 0.5%.

komposisi dari kadar air, kandungan protein dan lemak pada produk hortikultura tergantung pada:

1. Varietas
2. Cara panen 
3. Pemeliharaan tanaman
4. Iklim tempat tumbuh
5. Tingkat kematangan
6. Kondisi penyimpanan
   

Terminologi

Mutu : hasil penjumlahan beberapa karakteristik produk yang menentukan daya terima oleh pasar.
Pasar : terdiri dari masyarakat konsumen, industri pengolahan dan lain sebagainya

Kualitas :

- Penampilan ----> Kualitas visual, terlihat oleh mata, hanya pada permukaan, alat ukur yang biasa digunakan   untuk mengukur penampilan antara lain:  indeks warna, tabel warna, calori meter

- Tekstur---> Dirasakan oleh tangan ketika dipegang, oleh mulut ketika dimakan (crispiness, juiceness, mealiness)

- Flavor ---> Perpaduan antara rasa dan aroma, pengujian flavor dapat dilakukan dengan analisis kimia (gula, asam, oksalat, zat volatil) atau melalui uji organoleptik

- Kandungan gizi ---> gula, karbohidrat, lemak, dsb

- Keamanan ---> Bebas mikroba, sisa pestisida, ulat, dsb

Kelompok tanaman hortikultura antara lain:

1. Tanaman hias
2. Buah-buahan
3. Sayuran
4. Bunga-bungaan

Penggolongan sayuran

1. Sayuran umbi-umbian 
   - Akar         : wortel, ubi jalar
   - Umbi akar : kentang, bit
   - Umbi bunga : bawnng merah, bawang putih 
2. Polong-polongan : kacang kapri, buncis, kacang panjang
3. Biji-bijian   : jagung muda
4. Buah-buahan : Nangka muda, sukun, pepaya muda
5. Buah berbiji banyak : tomat, cabe, terong
6. Buah tanaman merambat : labu, mentimun, paria
7. Sayuran daun : kangkun, bayam, sawi, selada
8. Batang muda : rebung, asparagus
9. Bunga : bunga kol
10. Tangkai daun : seledri, kol
11. Kecambah : toge

Komposisi yang terkandung pada buah dan sayuran :

1. Kadar air, karbohidrat, protein
2. Vitamin dan mineral
3. pigmen 
    - Klorofil
    - Karotenoid
    - Flavonoid
Admin
Terus mencari

Related Posts

Subscribe Belajar Ilmu Pertanian